Posted by : Lonewolf
Rabu, 22 Juli 2015
Selama zaman Renaissance, Aljabar menjadi sesuatu hal yang terkenal diantara para ahli matematika Jerman. Belum habis abad ke- 16, sistem lain ditemukan untuk menggantikan Aljabar retoris dan Aljabar sinkopasi. Pada tahun 1591, ahli matematika Perancis Francois Viete menciptakan sistem simbol Aljabar secara lengkap. Dalam bukunya "In Artem Analyticam Isagoge" (pengenalan seni - seni analitis) ia menyarankan bahwa konsonan - konsonan (B, C, D, F dan seterusnya) dapat mewakili angka - angka yang tidak diketahui, dan huruf vokal (A, I, U, E, O) dapat mewakili angka yang diketahui.
Pada tahun 1637, Rene Descartes menjelaskan bagaimana susunan - susunan geometris dapat diubah kedalam persamaan - persamaan Aljabar. Dalam bukunya "Discours de la Methode" (Discourse on Method), ia memperkenalkan huruf x, y dan z untuk mewakili variabel - variabel, sama halnya dengan simbol-simbol + dan - untuk penambahan dan pengurangan. Karya Descartes memungkinkan mengubah Aljabar karya Euclid dan sarjana Yunani lainnya kedalam sebuah bentuk yang dapat dipahami dan digunakan sekarang ini.
Pada tahun 1637, Rene Descartes menjelaskan bagaimana susunan - susunan geometris dapat diubah kedalam persamaan - persamaan Aljabar. Dalam bukunya "Discours de la Methode" (Discourse on Method), ia memperkenalkan huruf x, y dan z untuk mewakili variabel - variabel, sama halnya dengan simbol-simbol + dan - untuk penambahan dan pengurangan. Karya Descartes memungkinkan mengubah Aljabar karya Euclid dan sarjana Yunani lainnya kedalam sebuah bentuk yang dapat dipahami dan digunakan sekarang ini.
baru tahu aku ini mas. bagus buat menambah wawasan
BalasHapus